Saturday, April 6, 2013

Parpol pemenang 2014?

Q. Golkar, Demokrat, PDIP, PKS, PPP, PAN, PKB, Gerindra, Hanura atau NasDem?

A. PARTAI GOLKAR

partai politik apa yang anda sukai ? kasih alasannya !?
Q.

A. ....partai Golput....

PNS itu singkatan dari apa sich ya...?
Q. Buatlah Kepanjangan PNS dengan jawaban unik nyentrik dan menggelitik. Boleh dengan penggunaan bahasa daerah..!! FiVe StaRs menanti buat yg the best lah..
Yang Pake Bahasa Daerah Sertakan TERJEMAHANnya ya...

A. partai nasional sembrono




Powered by Yahoo! Answers

Apa beda Pil KB dgn Pilkada hayo....???!!!?

Q.

A. kalo pilkada gagal (kalah), gak jadi deh... (g jd kepala daerah maksudnya)
kalo pi kb gagal, jadi deh... (jd anak maksudnya)

Golput di pemilu nasional 2009,makin banyak atau berkurang atau draw? berapa % jumlahnya menrt perkiraan anda?
Q. kalau di Pilgub Jateng 2008 hampir seimbang dengan peroleh suara gubernur terpilih

A. Golput Pemilu 2009 Diperkirakan 40 Persen.....

Jakarta (SIB)
Persentase pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kian meningkat. Tingginya angka pemilih yang tidak menggunakan haknya (golongan putih-golput) itu mungkin sekali berkaitan dengan data pemilih yang buruk.
Pernyataan ini diungkapkan Ketua Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) Jeirry Sumampow. Ia mencermati dari daftar pemilih tetap, ternyata orang yang seharusnya menggunakan hak suara tidak menggunakan karena sudah pindah tempat tinggal atau meninggal dunia. Pilkada di Jawa Timur yang memiliki angka golput tinggi, menurut Jeirry, diakibatkan masyarakat tidak diberi uang.
Tingginya angka golput pada Pilkada diprediksi Jeirry akan berkorelasi dengan Pemilihan. Presiden (Pilpres) pada tahun 2009. Maka untuk mengantisipasi Pilpres tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus melakukan pemutakhiran data pemilih. âKPU harus serius sehingga fenomena golput bisa ditekan,â katanya.
Golput yang pada Pilpres 2004 mencapai 20 persen, diperkirakan meningkat sekitar 40 persen pada tahun 2009. Menurut Jeirry, ini juga dipicu masyarakat yang sudah jenuh dengan pemilu sementara masyarakat tidak merasakan perbaikan secara signifikan. Antisipasi itu bisa dilakukan dengan cara sosialisasi pendataan yang menyeluruh.
Selain itu, KPU harus melakukan sosialisasi seperti pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilu. Begitupun parpol-parpol bisa memberikan semangat agar masyarakat tidak golput.
Jeirry menilai prosedur pemilu sudah baik, namun substansinya tidak kuat karena masyarakat masih dijadikan alat mobilisasi. âIni harus diantisipasi serius, bukan hanya oleh KPU tapi juga partai-partai politik,â katanya.
pilkada
Direktur Indobarometer Mochamad Qodari dan Direktur Lembaga Survey Nasional (LSN) Umar Suryadi Bakrie, Kamis (24/7), menilai kurang rapinya penyusunan daftar pemilih, turut menjadi pemicu tingginya jumlah golput di berbagai pilkada. Oleh sebab itu, KPU provinsi harus lebih profesional dalam mengumpulkan data pemilih.
Menurut Umar Suryadi Bakrie, rata-rata jumlah golput di berbagai provinsi mencapai 38 sampai 40 persen. Terakhir, hasil survei LSN terkait pilkada Jawa Timur, tingkat golput mencapai 38 persen. âAda yang tidak beres dengan kinerja KPU Provinsi, permasalahan ada di sosialisasi pilgub yang kurang,â kata Umar.
Direktur Indobarometer menyebutkan golput juga disebabkan karena KPU Provinsi lemah dalam menyusun daftar pemilih. Banyak orang yang tidak boleh menggunakan hak pilih, tetapi terdaftar sebagai peserta pemilu. Dia mencontohkan, dalam kasus pilkada Jakarta, ada bayi atau orang yang sudah meninggal tetapi tetap mempunyai hak pilih. âTentu saja meski terdaftar, tetapi suara mereka kosong,â katanya.
Selain itu, banyak juga orang yang mempunyai hak pilih namun tidak terdaftar. Alasannya mereka tidak punya KTP, atau tidak diundang ke TPS. Dia mengatakan agar tingkat partisipasi Pilkada lebih tinggi, KPU Provinsi sebaiknya menyensus penduduk agar mendapatkan daftar pemilih yang akurat. âTetapi biaya sensus memang cukup mahal,â katanya. Ke depan juga persyaratan pemilih diperingan. Membawa KTP berarti boleh ikut mencoblos, dan tidak hanya karena ada undangan.
Untuk kasus Pilkada Jawa Timur baru-baru ini Qodari menduga banyaknya calon dari kalangan Nahdlatul Ulama justru berpengaruh terhadap tingginya golput. Masyarakat Jawa Timur yang sebagian besar warga NU bingung, karena banyaknya tokoh NU Jatim yang mencalonkan diri.
âMereka berpikir, daripada memilih salah satu, tetapi kasihan yang lain, lebih baik tidak nyoblos,â kata Qodari.
Pemilu legislatif, seharusnya bisa berjalan lebih tertib dengan jumlah partisipasi pemilih lebih besar dibandingkan Pilkada. Hal itu dikarenakan data pemilih dilakukan dengan sensus nasional.
Dia mengatakan perlu ada riset tersendiri untuk mengaitkan tingkat golput di pemilu legislatif akan berdampak pada pemilu pilkada.
Umar Bakrie juga optimistis tingkat golput akan berkurang, karena dalam pemilu legislatif ada keterkaitan ideologi antara konstituen dengan partai. Dalam pilkada, orang lebih memperhatikan figur dan ketokohannya.







salam hangat








L

apakah pilkada itu wujud dari berlangsungnya proses sosial dalam masyarakat ???
Q. banyak pilkada yang udah dilaksanain di negeri kita ini,, tapi apa iya, pilkada itu merupakan salah satu dari proses sosial dalam masyarakat....

sebenernya apa seh yang membuat terjadinya proses sosial tersebut dalam pilkada???

jawab yah.....

A. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung merupakan saat penting bagi menjawab kebutuhan masyarakat untuk menentukan sendiri pemimpin pilihannya yang dianggap paling mampu mensejahterakan dan mengangkat kualitas kehidupan rakyat. Dengan demikian Pilkada bukan saja merupakan sebuah proses politik tetapi juga adalah sebuah proses sosiologis. Pada proses sosiologis ini rakyat mendapatkan ruangnya untuk bernegosiasi dengan pemimpinnya dalam rangka memperjuangkan kepentingannya. Inilah sebuah ajang dimana rakyat melakukan tawar-menawar dengan para calon pemimpin mereka.

Proses sosial tersebut mengantar masyarakat kepada tahap mewujudkan partisipasi atau pelibatan rakyat dalam pengambilan keputusan. Pada tahap ini pendidikan politik memainkan peran yang cukup berpengaruh. Oleh karenanya, para kandidat dalam Pilkada berkewajiban untuk menyuguhkan perilaku yang layak menjadi panutan bagi masyarakat karena apa yang ditampilkan dalam keseluruhan proses Pilkada itu dilihat dan dinilai oleh masyarakat. Tentu saja itu merupakan sebuah proses pendidikan politik kepada rakyat.

Pilkada dengan segala urusannya hendaknya tidak ditekankan pada proses politik tok. Karena proses politik cenderung lebih bersifat elit. Artinya, segala proses politik dapat diselesaikan pada tingkatan elit (partai politik), bukan pada tingkatan masyarakat bawah.

Dalam sistem pemilihan langsung, justru proses terpenting adalah proses sosial-nya, ketimbang proses politik di tingkat elit. Inilah yang menjadikan sistem pemilihan langsung dalam Pilkada menemukan kualitasnya, menentukan bobotnya. Apalagi bila kemudian mekanisme penentuan calon kepala daerah tidak hanya bergantung mati-hidupnya pada partai politik, karena hanya melalui parpol seseorang dapat melaju dalam Pilkada.

Kita berharap suatu saat nanti parpol berani melepas âkedaulatannyaâ itu kepada rakyat untuk dapat tampil secara mandiri (independen) tanpa harus naik kendaraannya. Apalagi bila harus mengeluarkan ongkos âtransportasiâ politik yang konon kabarnya cukup mahal.




Powered by Yahoo! Answers

kenapa presiden kita kebanyakan dari jawa?

Q.

A. KKN kali.

apa saja perilaku politik yang tidak sesuai dengan aturan?
Q.

A. KKN,
money politic
intervensi

masalah yang tidak bisa terselesaikan pada era orde baru?
Q. plisss... tolongin ya!! coz buat tugas habis lebaran...

A. KKN - korupsi kolusi nepotisme




Powered by Yahoo! Answers

Friday, April 5, 2013

SURVEI SURVEI.............?

Q. hehehe.... kosong.!!

Enaknya apa yg disurvei ya..?

Apa kalian suka yg anget anget..?

Ehm...

A. survey pilkada...
yang anget2, pasti suka dong...

apa keuntungan dan kerugian diadakannya pilkada serentak?
Q.

A. PEMILIHAN ...>> langsung kepala daerah atau Pilkada bukanlah sesuatu yang baru bagi rakyat Indonesia. Karena sejak tahun 2005 lalu, masyarakat Indonesia telah merasakan apa itu Pilkada hingga saat ini.
Dari data KPU, pelaksanaan pilkada yang akan dilaksanakan tahun 2010 terdiri dari 7 propinsi, 202 kabupaten, dan 35 kota.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPU minggu lalu, disebutkan bahwa ada berbagai macam masalah yang dalam pelaksanaan pilkada yaitu:
(1) Adanya gugatan penghitungan suara di MA.
(2) Adanya gugatan sengketa daftar pemilih di MA.
(3) Kisruhnya DPT Pilpres.
(4) Ada 26 Kab/kota yang terbentuk sebagai daerah otonom baru pasca Pemilu 2009, hingga saat ini belum terbentuk DPRD.
(5) Anggaran Pilkada di bebankan kepada APBD di tiap tiap daerah memberatkan.
(6) Perpindahan wewenang penyelesaian sengketa Pilkada dari MA ke MK masih membutuhkan waktu dan dana.

Dalam RDP tersebut pula KPU memberikan solusi pemecahannya. Yaitu,:
1.DPT Pilpres perlu di-update sesegera mungkin dan ini wilayah domain dari KPUD-nya masing-masing,
2. Peraturan KPU ditambahkan agar sinkron dan tidak tumpang tindih dan aturan pengisian anggota DPRD yang baru dimekarkan perlu ditetapkan, serta
3. Soal anggaran Pilkada dibebankan kepada APBD di tiap-tiap daerah dalam bentuk hibah bukan dikelola oleh dinas politik pemerintahan daerah sehingga politik anggaran yang dilakukan pihak eksekutif daerah dengan menahan turunnya anggaran ke KPU akan sirna.

Yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah semudah itu pemecahan agar Pilkada bisa berlangsung. Perlu diingat bahwa pelaksanaan Pilkada bukan sekadar harus terlaksanakan, karena masa jabatan suatu kepala daerah habis. Tapi bagaimana mewujudkan Pilkada yang bermutu yang hasilnyapun akan bermutu. yaitu :

pertama, anggaran Pilkada yang menurut UU Nomor 22 tahun 2007 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 44 tahun 2007, bahwa pemilu gubernur dan wakil gubernur dibebankan pada APBD propinsi dan pemilu Bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota dibebankan pada APBD kabupaten/kota. Pembebanan ini amat sangat memberatkan anggaran daerah. Padahal sejak otonomi daerah, sebagian besar anggaran daerah habis terserap untuk belanja rutin sedangkan belanja publik hanya dialokasikan sedikit, apalagi ditambah dengan alokasi untuk Pilkada.

Kedua, pembentukan panitia pengawasan Pilkada atau Panwas Pilkada. Antara KPU yang ngotot mengadakan seleksi calon anggota Panwas, sedangkan Bawaslu yang bergeming untuk menjadikan Panwas Pilpres menjadi Panwas Pilkada, dan ditambah dengan fatwa Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa Panwas Pilkada bisa dibentuk melalui DPRD. Carut marutnya soal panwas ini dikhawatirkan tidak akan mengoptimalkan fungsi pengawasan Pilkada, karena akan terjadi tarik-menarik antara Panwas versi KPU, Bawaslu, dan DPRD.

Ketiga adalah kekisruhan daftar pemilih Pilkada. Karena daftar pemilih sementara Pilkada adalah daftar pemilih tetap pada pemilihan presiden lalu. Ketetapan ini sangat berbahaya, karena seperti diketahui bahwa DPT Pilpres lalu penuh dengan masalah, dan tentunya pelaksanaan Pilkada jangan didasari oleh suatu yang bermasalah agar hasilnya pun tidak bermasalah.

keempat dan kelima lebih menyoroti kapabilitas dari penyelenggara pemilu yaitu KPU baik tingkat pusat maupun daerah. Ada indikasi bahwa Komisi Pemilihan Umum tidak siap baik segi personel maupun aturannya. Harus diakui bahwa kapabilitas profesional komisioner KPU sekarang berada di bawah KPU 2004 dan itu terbukti dari pelaksanaan pemilu legislatif dan pilpres kemarin.

Dari kelima hal tersebut, sebenarnya terbagi atas dua bagian besar yaitu internal penyelenggara dan eksternal. Dari internal penyelenggara adalah soal pembentukan panwas, data pemilih, aturan main dan kapabilitasnya. Sedangkan untuk eksternalnya adalah masalah dana atau anggaran.
Keduanya bisa diatasi seperti untuk internal penyelenggara pemilu yaitu dengan adanya backup dari pemerintah supaya kendala secara aturan hukum dan teknis dapat diatasi. Sedangkan masalah anggaran dapat dicarikan jalan keluar.
Namun persoalannya adalah apakah kita mau pelaksanaan pemilu sekedar mengisi jabatan politik? Atau menghasilkan pilkada yang bermutu/berkualitas? Jika jawaban iya untuk pertanyaan nomor dua, maka ada relevansi penundaan Pilkada tahun 2010. Karena perbaikan yang dibutuhkan adalah mendasar dan itu tidak mungkin selesai dalam waktu hitungan bulan.

Bagaimana tahapan-tahapan dalam PEMILU/PILKADA secara lengkap?
Q.

A. Rakor Dalam Rangka Persiapan Pelaksanaan Pemilu Pilkada 2010
Poso âBupati Poso Drs. Piet Inkiriwang,MM diwakili Asisten Administrasi Umum Drs.S.Songgo membuka Rapat Koordinasi Dalam rangka Persiapan Pelaksanaan Pilkada tahun 2010 Bersama KPU Kab.Poso, dan sejumlah Instansi-Instansi yang terkait. Kegiatan tersebut bertempat Di ruang Pogombo Kantor Bupati Poso, Senin 16 November 2009.
Rapat Koordinasi (rakor) tersebut Dihadiri Ketua KPU Kab.Poso Iskandar Lamuka, dan sejumlah Instansi terkait, serta undangan lainnya.
Asisten Administrasi Umum Drs.S.Songgo dalam Arahannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini diadakan untuk menyamakan langkah kita dalam persiapan pelaksanaan Pemilu Pilkada 2010. Ini dimaksudkan agar seluruh Instansi yang terkait dalam persiapan perlaksanaan Pilkada Pemilu ini nantinya seiring sejalan dalam melaksanakan tugas yang diberikan demi lancarnya proses ataupun persiapan-persiapan pelaksanaan Pilkada nantinya. Dengan harapan Pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan sukses.
Untuk itu Rapat Koordinasi ini sangat penting, baik dari segi materi, berupa jadwal-jadwal yang telah ditetapkan, berbagai bentuk persiapannya, maupun pada pendanaan.untuk itu melalui rapat koordinasi ini dimungkinkan dari kita semua agar dapat bekerja sama dengan baik dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan Pilkada.
Diakhir arahannya, Drs.S.Songgo mengharapkan bahwa rapat koordinasi ini perlu secara kontinyu dilaksanakan, dalam arti melalui Rapat koordinasi seperti ini, akan memudahkan kita untuk dapat mengatasi berbagai hambatan yang terjadi, dengan secara bersama-sama dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilu Pilkada tahun 2010. Persiapan yang matang dengan dilaksanakan secara bersama memudahkan kita untuk menyelesaikan pekerjaan yang diemban. Mencoba untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang lalu, berbagai kendala sudah dapat diantisipasi, dan mencoba untuk memperbaharui menjadi lebih baik lagi, lebih siap lagi, agar Pelaksanaan Pemilu Pilkada 2010 dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Ketua KPU Kab.Poso Iskandar Lamuka dalam rapat tersebut memaparkan bahwa berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Poso nomor 1 tahun 2009 tentang tahapan program dan jadwal pelaksanaan pemilihan umum kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah kabupaten Poso tahun 2010. pada pasal 1 : kegiatan penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Poso meliputi masa Persiapan, Tahap pelaksanaan, dan penyelesaian.
Untuk itu, tentu Pelaksanaan Pemilu Pilkada ini tidaklah mudah,perlu adanya kerja sama dengan instansi yang terkait, dan melakukan koordinasi yang baik dalam mempersiapkan sedinii mungkin berbagai bentuk persiapan untuk Pelaksanakaan Pemilu Pilkada kedepan nantinya. Baik itu pada tahapan persiapan yang bersifat internal disemua Instansi, maupun menyiapkan berbagai bentuk Regulasi secara tehnis yang berkaitan dengan persiapan tersebut.
Ketiga tahapan tersebut yang akan dilalui nantinya, tentu banyak sekali tahapan-tahapan yang harus disiapkan,yang merupakan tugas kita secara bersama-sama saling berkoordinasi yang disuaikan dengan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing, dan merupakan kewajiban kita untuk menyukseskan Pemilu Pilkada 2010.




Powered by Yahoo! Answers

Bagaimana tahapan-tahapan dalam PEMILU/PILKADA secara lengkap?

Q.

A. Rakor Dalam Rangka Persiapan Pelaksanaan Pemilu Pilkada 2010
Poso âBupati Poso Drs. Piet Inkiriwang,MM diwakili Asisten Administrasi Umum Drs.S.Songgo membuka Rapat Koordinasi Dalam rangka Persiapan Pelaksanaan Pilkada tahun 2010 Bersama KPU Kab.Poso, dan sejumlah Instansi-Instansi yang terkait. Kegiatan tersebut bertempat Di ruang Pogombo Kantor Bupati Poso, Senin 16 November 2009.
Rapat Koordinasi (rakor) tersebut Dihadiri Ketua KPU Kab.Poso Iskandar Lamuka, dan sejumlah Instansi terkait, serta undangan lainnya.
Asisten Administrasi Umum Drs.S.Songgo dalam Arahannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini diadakan untuk menyamakan langkah kita dalam persiapan pelaksanaan Pemilu Pilkada 2010. Ini dimaksudkan agar seluruh Instansi yang terkait dalam persiapan perlaksanaan Pilkada Pemilu ini nantinya seiring sejalan dalam melaksanakan tugas yang diberikan demi lancarnya proses ataupun persiapan-persiapan pelaksanaan Pilkada nantinya. Dengan harapan Pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan sukses.
Untuk itu Rapat Koordinasi ini sangat penting, baik dari segi materi, berupa jadwal-jadwal yang telah ditetapkan, berbagai bentuk persiapannya, maupun pada pendanaan.untuk itu melalui rapat koordinasi ini dimungkinkan dari kita semua agar dapat bekerja sama dengan baik dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan Pilkada.
Diakhir arahannya, Drs.S.Songgo mengharapkan bahwa rapat koordinasi ini perlu secara kontinyu dilaksanakan, dalam arti melalui Rapat koordinasi seperti ini, akan memudahkan kita untuk dapat mengatasi berbagai hambatan yang terjadi, dengan secara bersama-sama dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilu Pilkada tahun 2010. Persiapan yang matang dengan dilaksanakan secara bersama memudahkan kita untuk menyelesaikan pekerjaan yang diemban. Mencoba untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang lalu, berbagai kendala sudah dapat diantisipasi, dan mencoba untuk memperbaharui menjadi lebih baik lagi, lebih siap lagi, agar Pelaksanaan Pemilu Pilkada 2010 dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Ketua KPU Kab.Poso Iskandar Lamuka dalam rapat tersebut memaparkan bahwa berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Poso nomor 1 tahun 2009 tentang tahapan program dan jadwal pelaksanaan pemilihan umum kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah kabupaten Poso tahun 2010. pada pasal 1 : kegiatan penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Poso meliputi masa Persiapan, Tahap pelaksanaan, dan penyelesaian.
Untuk itu, tentu Pelaksanaan Pemilu Pilkada ini tidaklah mudah,perlu adanya kerja sama dengan instansi yang terkait, dan melakukan koordinasi yang baik dalam mempersiapkan sedinii mungkin berbagai bentuk persiapan untuk Pelaksanakaan Pemilu Pilkada kedepan nantinya. Baik itu pada tahapan persiapan yang bersifat internal disemua Instansi, maupun menyiapkan berbagai bentuk Regulasi secara tehnis yang berkaitan dengan persiapan tersebut.
Ketiga tahapan tersebut yang akan dilalui nantinya, tentu banyak sekali tahapan-tahapan yang harus disiapkan,yang merupakan tugas kita secara bersama-sama saling berkoordinasi yang disuaikan dengan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing, dan merupakan kewajiban kita untuk menyukseskan Pemilu Pilkada 2010.

Apa perbedaan PILKADA dan PILKB?
Q.

A. kalau PILKADA uda jadi lupa
kalau PILKB uda lupa jadi

#uda jadi pejabat na lupa pada rakyat yg uda memilih na...PILKADA
#klu uda lupa minum na pazti jadi hamil...

Apa beda Pil KB dgn Pilkada hayo....???!!!?
Q.

A. kalo pilkada gagal (kalah), gak jadi deh... (g jd kepala daerah maksudnya)
kalo pi kb gagal, jadi deh... (jd anak maksudnya)




Powered by Yahoo! Answers

Thursday, April 4, 2013

adakah yg tau SIAPA orang yg membuat BLOG yg MENGHINA bangsa INDONESIA?? di www.indonbodoh.blogspot.com?

Q. www.indonbodoh.blogspot.com
yg merubah lagu kebangsaan kita dgn kata2 yg tidak pantas...dan memancing amarah...

A. org di partai demokrat.

Survei... Indonesia...?
Q. 1. kira - kira Partai manakah yang akan mendapatkan kursi terbanyak di Legeslatif....?
2. Kira-kira siapakan yang pantas menjadi presiden.
a. Susulo bangbang yudoyono.
b. Yusup Kalla.
c. Sultan Hamengkubuwono
d. Sutrisno Bachir.
e. Sutiyoso
f. megawati.
g. ............. ( Pilihan anda )

A. 1. Partai Demokrat

2.Pak SBY

Berasal dari partai manakah Obama?
Q.

A. obama berasal dari partai demokrat




Powered by Yahoo! Answers

masalah yang tidak bisa terselesaikan pada era orde baru?

Q. plisss... tolongin ya!! coz buat tugas habis lebaran...

A. KKN - korupsi kolusi nepotisme

apa saja perilaku politik yang tidak sesuai dengan aturan?
Q.

A. KKN,
money politic
intervensi

what is the name of university program to visit some company?
Q.

A. kkn kuliah kerja nyata




Powered by Yahoo! Answers